IKLAN
Home » » KOMODO is the Real Wonder of The World

KOMODO is the Real Wonder of The World

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Hermawan kartajaya & jaya suprana melakukan counter terhadap aksi tipu-tipu N7W, mereka membuat program promosi sendiri untuk pulau komodo, "kita tidak butuh bantuan asing, kita bisa kok mempromosikan sendiri!" begitu katanya, seperti yang tertuang dalam realwonderoftheworld.com, prakarsa mereka.

Quote:

Amerika Serikat bermimpi memiliki Jurassic Park, sedangkan Indonesia sudah memiliki Jurassic Park sendiri. Jurassic Park yang dimaksud adalah Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar di Philip Kotler Hall di MIM Campus, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

"Satu di dunia, binatang pre-historic yang masih ada. Karena itu, ada satu ide dan gagasan dari Marketeers. Pemerintah tidak bisa bekerja tanpa bantuan pihak-pihak lainnya. Jadi ini idenya Komodo, 'The Real Wonder of The World'," katanya.

Peluncuran program kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World" untuk mengajak partisipasi stakeholders dan publik dalam hal konservasi Taman Nasional Komodo, sekaligus membentuk komunitas pencinta Komodo, "Friends of Komodo", baik di tingkat individual maupun korporat di Indonesia dan luar negeri.

"Komodo ini salah satu wonder di Indonesia. Tahun ini 'The Real of Wonder'-nya Komodo. Tahun depan mungkin saja Kelimutu," kata Sapta.

Dalam acara peluncuran kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World" dihadiri pula oleh petinggi perusahaan BUMN, swasta, pemimpin redaksi media massa, Asita, selebriti, dan masyarakat umum dari kalangan youth, women, dan netizen.

"Dengan kampanye ini, kita akan go international ke Chicago dan Australia, yang merupakan pasar-pasar kita. Kita akan promosikan Komodo," ungkap Sapta.

Ia menambahkan, promosi Taman Nasional Komodo hendaknya ke depan bisa menjadi stimulasi ekonomi. Dengan demikian, lanjutnya, bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat setempat.

"Wisatawan yang datang pasti belanja, mulai dari makan, beli suvenir, sampai transportasi. Jadi kita dukung, saya bilang ke Pak Hermawan (Founder & CEO Markplus, Inc) supaya jangan ini saja, berlanjut ke hal-hal lain," tutur Sapta.

Menurut Sapta, nantinya bisa jadi satwa khas Indonesia lainnya, seperti tarsius dari Sulawesi, dibuatkan program kampanye promosi.

Hermawan Kartajaya sebagai Founder & CEO Markplus, Inc dan Special Ambassador for Indonesian Tourism menuturkan bahwa kampanye tersebut bermula dari dicoretnya Kemenbudpar sebagai Official Supporting Committee dari ajang pemilihan 7 Keajaiban Alam versi www.new7wonders.com. Saat itu, Taman Nasional Komodo menjadi salah satu nominasi.

"Ketika dalam kaget dan shock, Budpar hubungi saya. Saya bilang, 'Biarkan saja kita dicoret'," katanya.

Kemudian, pihak Markplus, Inc mengumpulkan beberapa orang yang memiliki kepedulian terhadap Komodo, juga beberapa influencer dari kalangan youth, women, dan netizen. Dari pertemuan tersebut menghasilkan beberapa ide aktivitas untuk program kampanye. Salah satunya adalah "Concert of Komodo" yang diselenggarakan Marketeers bersama KompasTV.

"Konser Komodo akan dilaksanakan di Bali. Kenapa kita pilih Bali karena Bali merupakan hub menuju Komodo," jelas Hermawan.

Selain konser musik tersebut, program lainnya adalah Komodo Nights di Chicago dan Sydney. Hermawan juga memaparkan lima hal yang akan diangkat sebagai promosi Taman Nasional Komodo, yaitu aspek nature, underwater, wildlife, culture, dan sustainability.

Ada pula Komodo Apps Challenge, yaitu lomba pengembangan aplikasi mobile untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo. Kontes ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mengembangkan aplikasi BlackBerry, Android, dan iPhone/iPad.

Selain peluncuran program kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World", hadirin juga diajak ikut bergabung dalam "Friends of Komodo". Tujuan dari "Friends of Komodo" adalah membantu mempromosikan Taman Nasional Komodo kepada dunia dan mengajak partisipasi publik untuk konservasi Komodo.

[imagetag]
Sumber: KOMPAS

Quote:

Dalam press conference yang diadakan untuk revealing Concert for Komodo, Hermawan Kartajaya, CEO MarkPlus, Inc., mengingatkan bahwa Komodo adalah the Real Wonder of the World. Tidak penting kemudian apakah Komodo merupakan salah satu keajaiban dunia baru atau tidak, karena Komodo sudah dikenal sebagai the Real Wonder! Apalagi, Komodo telah diketahui sebagai satu-satunya keturunan dinosaurus yang masih tersisa. Hermawan Kartajaya juga memaparkan jumlah sementara peserta Komodo App Contest; yang telah mencapai seratus orang. Ini menunjukkan bagaimana Komodo telah dan akan semakin banyak dikenal, apalagi Telkom International Indonesia akan membeli application pemenang kontes ini.

Bali kemudian dipilih untuk me-launch keindahan Taman Nasional Komodo adalah karena showroom bagi wisatawan asing untuk daerah lain. Terlebih, sekarang ini semakin banyak perwakilan wisata daerah lain yang "mencegat" turis asing di Bali, untuk mau sejenak mengunjungi daerah-daerah lain. Ivan Nestorman pun setuju dengan hal ini. Jika konser dilakukan di Flores, maka tidak akan ada banyak orang datang dan tertarik.

Dalam press conference ini pula, Hermawan Kartajaya menjelaskan mengenai pengenalan Komodo di Sydney dan Chicago. Dua wilayah ini secara statistik merupakan sumber turis asing terbesar ke Pulau Komodo, sehingga nantinya akan men-trigger lebih banyak orang dengan mudah. Hingga saat ini, domain @TheRealWonderID dan website-nya telah di-impress 80 juta kali!

Dwiki Darmawan selanjutnya memperkenalkan rombongan musik yang nanti malam akan tampil. World Peace Ansamble, sebagai bentuk mini dari WP Orchestra, akan menampilkan aransemen spesial untuk Concert for Komodo. Penampilan Ivan Nestorman dan Marcell akan pula memeriahkan acara konser nanti malam. Dwiki pun bercerita bagaimana saat ia tampil di beberapa kota besar dunia, Komodo selalu dipromosikan sebagai destinasi wisata yang unik, yang luar biasa.
Ketua Balai Taman Nasional Komodo kemudian memaparkan sedikit mengenai progress Taman Nasional Komodo saat ini. Beberapa hotel berbintang telah dibangun, tanpa merusak habitat alam Komodo. Mengenai jumlah wisatawan, masih terdapat 3000 ekor Komodo di area Taman. Sedangkan menurut Dirjen Pemasaran Kemenbudpar, promosi Komodo ini tidak hanya untuk mengembangkan Taman Nasional, tetapi juga perekonomian kawasan dan ekonomi masyarakat. Sapta Nirwanda juga mengatakan bahwa tidak hanya Komodo yang akan menjadi the Real Wonder. Kemenbudpar telah menyusun berbagai program agar setiap tempat wisata di Indonesia dapat menjadi the Real Wonders!

Selain itu, Sapta juga memastikan bahwa berbagai kebijakan pemerintah telah mendukung promosi dan pengembangan wisata Indonesia. Step-by-step, tempat-tempat wisata di Indonesia direvitalisasi sistemnya agar semakin ramah terhadap wisatawan. Dengan pengembangan wisata, maka roda keuangan akan beprutar lebih riil. Dana yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat secara nyata langsung diterima masyarakat, tidak perlu berputar-putar di berbagai institusi.

[imagetag]

www.realwonderoftheworld.com

Thebald 02 Nov, 2011

Admin 02 Nov, 2011


--
Source: http://kaskus-forum.blogspot.com/2011/11/komodo-is-real-wonder-of-world.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com



KONTAK KAMI



Phone : 089669081455

WhatsApp : 089669081455

BBM : D95D569F

Email : GO JASA SEMARANG

Popular Posts

IKLAN GOOGLE